Tuesday, November 24, 2015

Contoh Syair dan Maknanya Tiap Bait

Contoh syair dan maknanya ini ditulis karena mungkin banyak di antara kamu yang memerlukannya.

Sebenarnya syairko sudah pernah menulis tentang syair pendidikan bersajak aaaa dan juga contoh syair nasehat.

Pada contoh syair nasehat, syairko menjelaskan juga tema dan amanat yang terkandung di dalamnya.

Untuk melengkapi kumpulan contoh syair di atas, kali ini syairko menuliskan contoh syair dan maknanya tiap bait.

Syair yang akan kita bahas adalah syair karya pujangga Melayu, yakni Tuan Tenas Effendy.

Mengapa menggunakan syair karya beliau?

Karena syair-syair yang beliau buat penuh makna.

Kita akan membaca tiap bait dari syairnya dan menjelaskan makna tiap bait yang terkandung di dalamnya.


kumpulan contoh syair dan makna yang terkandung di dalamnya


Contoh Syair dan Maknanya


Syair Kejujuran

[1]
Wahai ananda buah hati bunda
Hiduplah jujur jangan durhaka
Jauhkan bohong haramkan dusta
Supaya hidup tiada ternista


[2]
Wahai ananda intan pilihan
Berterus terang janganlah segan
Apa yang benar engkau katakan
Apa yang salah engkau tunjukan


Tema Syair

Tema syair di atas adalah pendidikan.

Amanat 

Sekarang mari kita perhatikan penjelasan Gina dan syairko mengenai syair Melayu karya Tenas Effendy di atas.

Pada bait pertama penyair ingin menyampaikan sebuah amanat, yakni agar menjadi anak yang jujur.

Kemudian ia menjelaskan lagi agar:

...jangan durhaka.

Menjauhi kebohongan atau dusta.

Berbohong dan berdusta merupakan lawan dari jujur. Jika ingin menjadi orang yang jujur maka dengan sendirinya harus menjauhi dusta.

Pada baris terakhir di bait pertama penyair menjelaskan bahwa dengan menjauhi dusta kita juga akan jauh dari nista.

Orang yang suka berbohong sebenarnya menistakan dirinya sendiri; ia merendahkan martabatnya sendiri.


Bait Kedua

Tema dan amanat pada bait kedua sama dengan pada bait pertama.

Temanya adalah pendidikan sedangkan amanatnya adalah agar hidup dengan jujur.

Contoh syair di atas menjelaskan agar kita berkata terus terang. Katakan yang benar adalah benar dan yang salah adalah salah.

Hal tersebut ditunjukan dengan kata-kata, "yang benar engkau katakan," Artinya jangan menyembunyikan kebenaran.

Katakan yang benar meskipun pahit.

Lalu dikatakan pula, 'Yang salah engkau tunjukan." Maknanya agar kita menyatakan bahwa yang salah adalah salah.

Jangan mengatakan yang salah adalah benar karena sebab-sebab tertentu.


Memanfaatkan Waktu


[3]
Wahai ananda permata hati
Hitunglah waktu dengan teliti
Masa berjalan cepat sekali
Bila tak ingin hidup merugi,


[4]
Wahai ananda ingatlah pesan
Masa mudamu jangan abaikan
Manfaatkan waktu dengan amalan
Supaya selamat di hari kemudian


Tema: Pendidikan
Amanat: Manfaatkan waktu sebaik mungkin, jangan menyia-nyiakan waktu yang ada.
Perasaan Penyair: Perasaan sayang kepada anak
Sajak: a-a-a-a

Amanat pada bait ke tiga tersampaikan sangat jelas, yakni nasehat seorang Ibu kepada anaknya agar sang anak berhati-hati dengan waktu.

Siapa saja yang menyiakan-nyiakan waktu pasti ia akan menyesal.

Sesungguhnya waktu berjalan sangat cepat sekali, siapa saja yang melewatkannya dengan kelalaian maka ia termasuk orang yang merugi.

Pada bab-4 terdapat amanat yang masih berhubungan dengan waktu.

Yaitu agar kita jangan sampai membiarkan masa muda berlalu begitu saja. Akan tetap kita mesti mengisi masa muda dengan banyak beramal.

Masa muda merupakan waktu yang tepat untuk melakukan banyak amalan atau ibadah.

Dengan banyaknya amalan, kita berharap mendapatkan kehidupan yang baik di masa di kehidupan kemudian, yaitu kehidupan akhirat yang kekal abadi.


4 bait syair di atas adalah contoh syair pendidikan.

Sedangkan isinya merupakan nasehat-nasehat seorang Ibu kepada anaknya. Seorang ibu yang dengan kasih sayang mendidik anaknya agar menjadi insan yang berbudi pekerti luhur.

Nasehat dari syair merupakan sisi lain dari unsur keindahan.


Masih perlu contoh syair dan maknanya?

Syairko akan memberikan lagi contoh-contoh syair disertai dengan penjelasannya.

Syair Pemaaf dan Pemurah

[5]

Wahai ananda intan dikarang
Ikhlaskan hati memaafkan orang
Dendam kesumat hendaklah buang
Hati pemurah hidupmu lapang


[6]

Wahai ananda dengar petuah
Hiduplah dengan hati pemurah
Sesama umat beramah tamah
Maaf memaafakan karena allah



Tema syair: pendidikan

Tema syair pada bait ke-5 dan bait ke-6 adalah pendidikan.

Yakni pendidikan budi pekerti atau akhlak. Karena sebenarnya pendidikan akhlak lebih penting daripada sekedar belajar berhitung atau membaca.

Maka, orang-orang zaman dahulu sangat menekankan pendidikan budi pekerti.

Amanat Syair

Agar kita menjadi orang yang pemaaf dan pemurah.

Pada bait ke-5 ada dua nasehat yang disampaikan penyair, yaitu:

  1. Ikhlas dalam memaafkan kesalahan orang.
  2. Membersihkan hati dari dendam
Salah satu tanda dari jiwa yang besar, akhlak yang mulia, ialah mampu memaafkan orang lain dengan penuh keikhlasan. 

Orang-orang yang mudah memaafkan orang lain hidupnya lebih bahagia. Tubuhnya lebih sehat. 

Pesan yang kedua ialah agar kita membuang segala dendam kesumat di dalam hati. 

Artinya kita jangan menjadi orang yang pendendam. Sebab dendam tidak memberikan manfaat sama sekali. 

Dendam hanya akan membuat hidup ini terasa sempit. Membuat dada terasa sesak. 

Dan tentunya tidak ada kebaikan dalam dendam.


Pada bait ke-6, temanya sama dengan bait ke-5.

Sedangkan amanat yang disampaikannya ialah agar kita menjadi pribadi yang pemurah.

Artinya kita suka membantu, mudah menolong orang lain, dan tidak pelit.

Kitapun harus mudah memaafkan orang lain dan bersikap ramah kepada mereka.


Syair Kasih Sayang Terhadap Sesama

[7]

Wahai Ananda Intan dikarang
Hiduplah engkau berkasih sayang
Janganlah suka memusuhi orang
Sifat yang buruk hendaklah buang.


Tema

Tema syair di atas adalah pendidikan.

Amanat

Amanat yang disampaikan ialah hiduplah dengan menebarkan kasih sayang terhadap sesama.

Makna

Pada syair di atas diceritakan seorang Ibu yang menasehati anaknya agar menjalani hidup dengan berkasih sayang.

"Hiduplah engkau berkasih sayang," katanya.

Maksudnya jalani hidup ini dengan penuh cinta kasih kepada orang tua, saudara, teman, sahabat, tetangga, dan seluruh manusia.

Dan jangan sampai memusuhi orang.

Satu musuh terlalu banyak, begitu kata pepatah. Maka alangkah nikmatnya jika hidup ini dikelilingi oleh orang-orang yang menyayangi.

Tak ada satupun dari mereka yang kita musuhi.


Pesan berikutnya adalah membuang sifat buruk.

Berkasih sayang dan tidak bermusuhan merupakan akhlak mulia yang bisa membuat kita disenangi orang lain.

Cara agar lainnya agar disenangi orang lain ialah dengan membuang sifat buruk.

Jadi,

Dalam bait syair di atas ada tiga pesan, yaitu:

  1. Hiduplah dengan berkasih sayang
  2. Jangan memusuhi orang lain
  3. Menjauhi sifat buruk 

Itulah tiga pesan atau amanat utamanya.

Tetapi masih ada satu  bait lagi lanjutan dari syair di atas.


[8]

Wahai ananda dengar madah
Berkasih sayang besarlah faedah
Dalam bergaul engkau merendah
Supaya aibmu tidak terdedah


Syair di atas merupakan kelanjutan dari bait syair ke-7.

Adapun amanat yang ingin disampaikan oleh penyair masih tentang kasih sayang.

Kasih sayang sangat besar faedah atau manfaatnya.

Kita sangat senang dengan orang-orang yang penuh kasih sayang dan kelembutan.

Jika kita bersikap penuh kasih dan ramah kepada orang lain, maka orang lainpun akan segan terhadap kita.

Amanat berikutnya ialah tentang sikap rendah hati. "Dalam bergaul engkau merendah."

Jangan sombong, jangan angkuh, jangan tinggi hati.

Semua sifat itu tidak disukai oleh manusia. Justru dengan merendah dan rendah hati di hadapan manusia, derajat kita akan tinggi.

Manusia menyukai sifat rendah hati.

Bila mereka sudah suka, merekapun akan menutupi aib-aib kita.


Syair "Bertanggung Jawab"

[8]

Wahai Ananda permata Hikmat
Tanggung jawabmu hendaklah ingat
Berani menanggung Sebab akibat
Berani berbuat tahan Akibat.


Makna dari bait syair di atas ialah tentang pentingnya sifat bertanggung jawab.

Apa yang dimaksudkan dengan tanggung jawab pada syair di atas? Yakni kesediaan menanggung akibat dari perbuatan yang dilakukan.

Seandainya berbuat salah, jangan segan-segan untuk menanggung penderitaan karena kesalahan tersebut.

Itulah yang dimaksud tanggung jawab pada syair bait ke-8.


[9]

Wahai Ananda kuatkan Iman
Tunaikan Tugas jalankan Kewajiban
Tanggung Jawabmu jangan abaikan
Supaya hidupmu diridhoi Tuhan


Adapun amanat yang disampaikan pada syair ke-9 ialah menguatkan iman, menjalankan tugas dan kewajiban, serta bertanggung jawab atas tugas.

Supaya bisa menjadi yang bertanggung jawab, kita mesti menguatkan iman.

Keberhasilan menjalankan tugas dan tanggung jawab sangat erat kaitannya dengan keimanan.

Semakin kuat iman seseorang, semakin ia bertanggung jawab. Karena orang-orang beriman tidak sekedar bertanggung jawab demi manusia, tetapi semata-mata karena Tuhannya.


Itulah beberapa contoh syair dan maknanya yang terkandung di dalamnya.

Semoga saja bisa membantu kamu.

Sekarang kamu coba jelaskan sendiri syair nasehat yang ada di bawah ini.

Syairnya indah dan merupakan karya dari Pujangga Melayu, yaitu Tenas Effendy.


Syair Melayu ” Bertengang Rasa”


Wahai Ananda dengarlah Petuah
Dalam bergaul janganlah meyalah
Dalam bercakap elok Lah lidah
Dalam berjalan Luruslah Langkah.

Wahai ananda dengar amanat
Tengang menengang jadikan sifat
Tolong menolong jadikan ibadat
Supaya Selamat Dunia Akhirat.



Takwa Kepada Tuhan Yang Maha Esa


Wahai Ananda Mustika Ayah
Dalam Beriman Janganlah Goyah
Betulkan akal Luruskan Langkah
Mohon Petunjuk Kepada Allah

Wahai Ananda Buah Hati Bunda
Berpegang teguh Kepada Agama
Beramalah Engkau Sehabis daya
Supaya Selamat dari neraka.


Jangan lupa setelah ini kamu baca juga syair cinta bersajak aaaa dan juga syair cinta romantis.

Dengan ini berakhir lah artikel tentang contoh syair dan maknanya tiap bait.


Related Posts

Contoh Syair dan Maknanya Tiap Bait
4/ 5
Oleh

Masukan Emailmu

Suka dengan syairko? Masukan emailmu untuk artikel terbaru.